Senin, 10 Mei 2010

kota makassar paradigma buruk vs paradigma baik

Kembali bersua sahabat-sahabat pencinta kota Makassar
Saat ini aku dilanda kebingungan dan blank, pasalnya googleadsense.com menolak aplikasiku, hik, hik, hik, tapi berkat kawan-kawan netter semua kekecewaan aku terbayarkan dikarenakan masih ada yang menyempatkan untuk stay dan melihat artikelku yang di khususkan untuk mengembangkan budaya kota Makassar aku sangat menghargai kedatangan sahabat-sahabat pemerhati budaya kota Makassar yang mempunyai visi dalam mengharumkan kembali kota Makassar dengan ikon anging mammiri.

Kadang saya mendengar pertanyaan apa sih yang patut di banggakan sebagai orang Makassar, ayo kira-kira apa yach, mmhh mmhh…… “saya-saya kak” celoteh anak-anak, “iya jawabnya apa de’, dengan riangnya mengatakan “Mahasiswanya Makassar hebat-hebat kak, karena Mahasiswa dapat membuat jalanan macet, jadi aku nyebrangnya gampang kak, :’) trus suka bakar-bakar ban jadinya ibuku gak usah beli minyak tanah, skarang kan minyak tanah mahal dan tinggal ambil ban-nya taro’ kedapur donk masak-masak, trus trus ada lagi kak kalau Mahasiswa gak usah belajar demo aja trus, kemudian bisa dapat gelar kan enak donk, dibanding kami SD, SMP dan SMA yang sewaktu ujian biasanya rangking 1 malah gak lulus waktu UN”. Itulah sekelumit pandangan bangga menurut kalangan anak-anak terhadap kejadian-kejadian di kota Makassar, apakah ini yang kita wariskan kepada adik-adik kita…..

Maaf bukan ingin menyinggung sesama Mahasiswa, terus terang aku juga Mahasiswa loh, pengalaman saya sewaktu saya keluar kota ada yang menanyakan kok di kota Makassar sering demo yach di tambah dengan pelemparan batu dan seabrek kericuhan lain, trus dia menceritakan keadaan di kota tersebut bahwa pernah kejadian ada anak kota Makassar melamar pekerjaan di kota tersebut, trus sewaktu dilihat ijazahnya bahwa lulusan kampus kota Makassar, lamarannya langsung di tolak kasiankan…., pertanyaannya siapa yang salah? apa ini yang harus terjadi dan terus terjadi di kota kita yang tercinta ini, ini hanyalah sekelumit pengalaman-pengalaman saya di sekitar kota Makassar

Daripada melihat dan memikirkan kebobrokan ini dan itu tentang kota Makassar mending kita alihkan pandangan kita ke hal yang baik-baik aja atau paradigma/pandangan positif dan bagaimana membangun kembali citra KOTA MAKASSAR menjadi LEBIH MAJU DAN MEMBANGGAKAN, dan KITA SEMUA-lah yang memegang kunci tersebut, bukan hanya Mahasiswa, pejabat, guru, melainkan diri kita masing sebagai orang Makassar.

Mari kita lihat ke belakang sejarah tentang kota Makassar, dahulu kala di kota Makassar sangat terkenal dan ditakuti oleh dunia gak main-main loh dunia, sebutan Makassar “di Pangngaliki” atau di segani, lihat aja perahu Phinisi seluruh dunia mengakui bahwa Phinisi berasal dari Makassar, bahkan dunia mengenal Makassar adalah pelaut sejati konon ada pejuang dari Makassar yang melaut dengan perahu Phinisi sampai ke Perancis, jadi kita jangan salah kaprah antara di Pangngaliki=di segani dan di Mallaki=di Takuti.
Mari kita perinci situs-situs sejarah di Makassar yang perlu dikembangkan yang menjadi ikon kebanggaan kota Makassar

  1. Pantai Losari hehe, inilah salah satu daya tarik orang ke kota Makassar dimana kita dapat menikmati sunrise dan sunset dalam satu tempat dan sekarang sedang di renovasi menjadi lebih indah dan bersih.
  2. Benteng Somba opu yaitu tempat bermukimnya kerajaan-kerjaan Gowa, sekarang didalam situs ini menjadi miniatur Sulawesi Selatan dimana rumah adat Sul-Sel terpampang disini.
  3. Benteng Roterdam adalah benteng pertahanan Belanda pada jamannya juga disebut benteng Panyyua yang berarti benteng berbentuk menyerupai penyu bila tampak atas, didalamnya terdapat foto-foto pejuang-pejuang Makassar dalam waktu dekat akan di renovasi.
  4. Monumen Mandala adalah monument yang didirikan Soeharto kalau gak salah :’), yang ketika itu didirikan untuk mengenang Pasukan Mandala di dalam monument tersebut di bagian bawahnya kita dapat melihat miniatur manusia berperang, di tingkat lantai paling atas kita dapat melihat seluruh sudut kota Makassar, terakhir saya datang beberpaa bulan lalu setelah ketemu denagn petugas di sana tenyata Monumen tersebut sudah setahun tidak dapat di fungsikan dikarenakan genset lift-nya rusak, yang apabila diperbaiki memakan biaya yang tinggi, saying padahal di antara situs-situs sejarah lain ini yang paling saya sukai.
  5. Pantai Tanjung Bira, Pantai Akkarena, dan Tanjung Bunga adalah sebuah pesisir pantai yang sangat indah yang dapat memperlihatkan langsung sunset di depan mata.
  6. Di luar Makassar ada juga
  • Pulau Samalona, Pulau Kodingareng, Pulau Khayangan, Pulau Barrang Lompo ini mirip dengan Pulau seribu di Jawa
  • Malino adalah puncaknya orang Makassar seperti Bogor puncaknya orang Jakarta, sama seperti di Bogor tempatnya dingin, di puncak gunung dan ada kebun tehnya. (tapi terus terang aku pernah ke Puncak di Bogor tapi belum pernah ke Malino, padahal kota sendiri, hihihi jadi malu)
  • Bantimurung terletak di Kota Maros satu jam dari pusat kota Makassar, tempat wisata ini di sebut juga surganya kupu-kupu dikarenakan banyaknya kupu-kupu berkeliaran bebas dan berbagai macam
Inilah sekilas tentang kota Makassar yang dilihat dari letak keindahan dan kenyamanannya, saya ingin mengajak para pencinta kota Makassar melihat sekaligus ikut mengembangkan yang baik-baik saja bagi kota kita tercinta, mari kita perlihatkan kepada dunia masih ada mahasiswa, pemuda, dan kalangan yang ingin merubah pandangan negatif yang selama ini tertanam di benak orang luar terhadap kota Makassar.

Komentar netter sekalian memberikan harapan dan pandangan baru yang lebih indah dalam mengembangkan budaya kota Makassar terkhusus, dan Sulawesi Selatan pada umumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar